HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sebab kana (كَانَ) menashobkan khobar dan bukan mubtada’nya

MENGAPA KANA MENASHOBKAN KHOBAR

Mengapa fi’il kana (كَانَ) menashobkan khobar dan bukan mubtada’nya sebagaimana (إِنَّ) menashobkan isimnya ?

Adakah hikmah/ alasan (كَانَ) menashobkan khobarnya dan memarfu’kan isimnya?

Alasan mengapa (كَانَ) menashobkan khobarnya bukan isimnya, diantaranya yaitu:

  1. Karena panjangnya kalimat. Susunan kalimat (كَان) dan ma’mulnya dianggap kalimat yang panjang karena terdiri dari 3 kata. Maka kata yang ketiga (khobar) dinashobkan untuk meringankan.
  2. (كَانَ) adalah fi’il sehingga dia beramal dengan kuat. Dan menashobkan susunan mubtada’ dan khobar itu lebih berat daripada merofa’kannya karena asalnya sudah rofa’. Maka (كَانَ) menashobkan yang jauh karena dia kuat, sedangkan (أِنَّ) menashobkan yang dekat karena dia lemah.
  3. (كَانَ) mengikuti fi’il-fi’il yang lain, yaitu merofa’kan fa’il dan menashobkan maf’ul bih. Begitu juga (كَانَ) merofa’kan isim dan menashobkan khobar.

Tulisan di atas kami ambil dari tanya jawab antara Ustadz Abu Kunaiza dengan muridnya di Rekap Tanya Jawab Dauroh Di Balik Ringannya Nashob yang sudah sedikit kami gubah.

Karya Tulis
IDR 10.000
Syahrijal Ahmad Syuhada
IDR 20.000
Syahrijal Ahmad Syuhada
IDR 30.000
Syahrijal Ahmad Syuhada
IDR 75.000
Syahrijal Ahmad Syuhada
IDR 110.000
Syahrijal Ahmad Syuhada
IDR 25.000
Syahrijal Ahmad Syuhada